Semua orang memiliki suatu masalah kesehatan, baik yang terlihat dengan mata maupun tidak terlihat oleh mata seseorang. Sering kali seseorang yang memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan penampilan, membuat seseorang enggan untuk unjuk diri di depan umum/tampil di depan umum. Salah satu yang menjadi masalah utama dari sekian masalah kesehatan yang nampak secara langsung di depan mata, yaitu keringan berlebihan atau disebut dalam istilah medis yakni hiperhidrosis. Suatu keadaan hiperhidrosis ini, dapat menjadikan suatu masalah utama. Baik dalam bidang sosial ataupun masalah ekonomi. Orang-orang yang mengalami hiperhidrosis, mengalami kesulitan dalam interkasi dengan orang di sekitar, karena rasa malu yang dihadapi dan terkadang mengeluarkan wangi yang tidak sedap akibat komplikasi dari keadaan ini. Dalam bidang ekonomi, orang dengan hiperhidrosis menghadapi suatu problema yang fatal, seperti orang yang bekerja di kantor harus berhadapan dengan kertas-kertas. Apabila orang tersebut mengalami gangguan ini, dapat menyebabkan berkas-berkas yang dipegangnya menjadi basah ataupun lembab. Jadi hiperhidrosis ini suatu keadaan yang sangat esensial dalam kehidupan orang yang mengalaminya. Seperti kita ketahui, bahwa hiperhidrosis merupakan keringat berlebihan yang terlihat pada daerah dahi, ketiak dan telapak tangan ataupun kaki. Keadaan ini terjadi pada saat orang tersebut tidak menjalani suatu aktifitas yang berat. Gejala dari hiperhidrosis ini nampak saat orang melakukan aktifitas ringan, seperti membuka pintu, mengelap jendela, memegang pulpen. Dengan hal tersebut kini kita tahu bahwa keringan berlebih mengganggu aktifitas sehari-hari terlebih produktifitas hidup. Untuk itu, kita harus mengetahui dasar dari penyebab hiperhidrosis yang dialami itu, akibat suatu keadaan dari penyakit tertentu atau memang karena terjadi secara primer yang dalam arti tidak ada penyebab pastinya. Pada suatu kedaan hiperhidrosis yang diakibatkan karena kondisi penyakit sebelumnya, seperti gangguan metabolik, hipertiroid, maka diperlukan penanganan secara langsung pada penyakit tersebut. Tetapi pada hiperhidrosis yang primer, maka perlu dilakukan suatu konsultasi mendalam. Disarankan, orang-orang yang memiliki keadaan ini berkonsultasi dengan dokter yang memang bergerak dan mengetahui keadaan tersebut. Dengan berkonsultasi, maka seseorang yang mengalami hiperhidrosis diharapkan mendapatkan informasi, pengetahuan hingga penanganan yang tepat. Sehingga masalah demi masalah yang terjadi dapat terselesaikan, karena memang dokter yang bergerak di bidang hiperhidrosis ini mengetahui strategi dalam penanganan masalah tersebut. Tidak perlu takut ataupun sungkan untuk berkonsultasi dengan orang yang tepat, karena dengan berkonsultasi kepada dokter yang tepat maka masalah mampu diurai satu demi satu. Tidak semua individu yang mengalami hiperhidrosis memiliki cara dan penanganan yang sama, sehingga ada baiknya berkonsultasi kepada ahlinya, sehingga pilihan terapi yang diberikan secara tepat.